Rabu, 04 Agustus 2010

TADINYA


mumpung di Jakarta, jadi hari ini emang rencananya mau beli buku2 untuk semester tiga (geez). yak, sudah tingkat dua juga akhirnya, jadi mulailah gue berkutat dengan ilmu "farmasi" sesungguhnya hahaha. buku pertama yang gue incer adalah ditujukan kepada Matkul "Anatomi Fisiologi Manusia"      kenapa? karena, menurut gue untuk mencari buku ini pasti lebih mudah ketimbang mata kuliah lainnya kayak farmasi fisika atau botani farmasilah. 

ok, jadi sebelumnya gue benar2 blank enggak tahu mesti nyari kemana itu buku, yah estimasi awal sih dimana lagi selain di Gramedia? ok, jadi akhirnya gue sms kakak senior yang udah tingkat tiga, ternyata, untuk beli buku yang judulnya "Fundamental Anatomy and Physiology" karangan Martini itu belinya di Medical Bookstore di FKUI Salemba.

......... sejenak gue langsung berpikir lagi, FKUI ya, hahaha, everybody's dream. termasuk gue. yah, jadi inget gimana dari dulu SMP memang pengennya yaa di kedokteran, dan maunya FKUI. dan mulai masuk jenjang SMA, semakin tinggilah itu namanya pengen banget tembus FKUI, bisa kuliah disana, bisa menuntut ilmu disana, bisa jadi sarjana dokter lulusan sana...

hmm baiklah, jadi perjalanan ke toko buku yang ada di dalam kampus itu pasti bakal membuka impian lama gue yang sudah semakin memudar-- ya tapi pasti jadinya pengen dan agak jealous sih sama orang-orang yang sepanjang gue menuju ke bookstore itu, gue melihat mereka banyak yang lagi pakai jas dokter, ataupun jakun UI dengan makara hijaunya, wiih sempet ngirii gimanaa gitu hehe. tapi terus gue mikir, lah gue udah jadi anak Farmasi ITB gitu, yaudahlahya, masih satu rumpun juga sama sama di bidang ilmu kesehatan juga kan?

tapi kenyataanya, waktu masuk gerbang depannya aja, udah ngerasa "ya gue kan juga tadinya mau masuk sini tapi gagal :p" minder lagi deh. doh.

dulu, waktu awal masuk ITB gue masih banyak kepikiran tentang FKUI, terutama rasa penasaran gue tentang :
kenapa gue gak bisa tembus FKUI? kenapa ya, disaat banyak yang mau masuk FKUI dengan tujuan mau benar2 mengabdi pada masyarakat, tapi pada kenyataannya banyak yang akhirnya keterima adalah mereka mereka yang cuma pengen jadi dokter, tapi sebetulnya  banyak dari mereka yang masih belum punya rasa kepekaan sosial yang tinggi, rasa ingin mengabdi kepada masyarakat yang tinggi malah ada disana?

gue dari dulu pengen jadi dokter gak cuma sekedar,- pengen jadi dokter supaya gampang cari kerjanya, enggak repot, kerjaan udah jelas bakal jadi apa, masih bisa ngurusin yang lain lainnya juga--- dsb dsb
tapi emang lebih ke arah, oh, kalau gue jadi dokter, gue memang benar2 mau mengabdi kepada masyarakat, gue mau menolong orang-orang yang membutuhkan perawatan medis.

dan sekarang, dimana gue berada? yak, Sekolah Farmasi ITB.
pasti banyak orang - orang yang menanyakan dan berpikiran, kenapa sih Farmasi? gak kesampean jadi dokter ya? kalau denger itu rasanya........... ingin aku menelannya hahaha tapi emang realita yang sesungguhnya-- kalau untuk gue loh ya-- masuk farmasi karena emang ga tembus kedokteran hahaha.

yah, beberapa bulan setelah masuk farmasi juga sempet kepikiran, kenapa dulu gue gak coba aja untuk ke FK UNPAD, FK UNAIR atau FK UNIBRAW? kenapa gue sangat bersikeras hanya ingin FKUI? mungkin kalau gue ke FK lain, mungkin, sekarang gue sedang disana sudah belajar anatomi manusia dan segalanya dari kenyataan yang sekarang gue harus berhadapan dengan farmasi fisika, botani farmasi, kimia organik, dsb dsb.

mungkin untuk sekarang, satu yang menjadi kepercayaan gue adalah, bahwa Tuhan memang sudah menetapkan jalan setiap individu pada masing-masing, sekarang tinggal bagaimana kita membuat jalan ini lebih berarti dan berkualitas setiap waktunya untuk kita lewati sendiri.

toh, gue di farmasi bukan berari gue tidak bisa menolong masyarakat secara luas. malah gue bisa menolong masyarakat luas dan dokter-dokternya juga. coba, mana ada pasien cuma mau didiagnosis aja? pasti kan harus dapet obat juga haha, disinilah, gue juga dituntut untuk bisa memonopoli sang dokter untuk memilih obat yang berkualitas untuk nantinya diteruskan kepada pasien-pasiennya, kalo ga ada apoteker? darimana para dokter bisa mendapat izin untuk memegang kuasa atas suatu obat? belum lagi kalau operasi, ada obat bius juga

dan yang lebih gue syukuri adalah, bidang keilmuan farmasi ga cuma berkutat di obat-obatan aja nantinya, maaf ya untuk yang mikir farmasi hanya obat-obatan saja, masih banyak loh kayak kosmetik, terus produk produk makanan, minuman, jamu, obat2an tradisional, herbal, bahkan bioteknologi juga ada di program keilmuan farmasi. wah bener2 deh malah sekarang gue bingung buat nantinya gue mau fokus ke program studi apa :D

ok, sekarang buat gue, bukan waktunya lagi untuk menyesali dan malah berangan-angan dan terus memikirkan kenapa enggak bisa di Kedokteran, tapi yang sekarang adalah gimana gue bisa memanfaatkan semua yang sudah gue miliki sekarang,

dan artinya... ok, gue harus bersiap-siap untuk semester tiga ini, gue sudah siap untuk menghadapi kejamnya Botani Farmasi yang bisa membuat Indeks Prestasi nauk-turun, Anatomi Fisiologi yang bakalan banyak praktikum, ribetnya Kimia Organik dan Farmasi Fisika, dan gimana juga harus bisa menyeimbangkan dengan sibuknya kepanitiaan sana sini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar